Ini pelajaran yang harus diingat kalau kamu lupa semua yang lain. Giveaway bukanlah acara sekali jalan yang kamu lakukan saat pertumbuhan macet. Diperlakukan seperti itu, giveaway justru merugikan kamu. Diperlakukan sebagai kebiasaan, giveaway adalah mesin pertumbuhan paling andal di Instagram.

Apa yang sebenarnya dilakukan giveaway sekali-sekali

Adakan satu giveaway dan polanya bisa ditebak: lonjakan besar follow dan engagement, lalu giveaway berakhir, kamu tidak mengadakan lagi, dan dalam satu atau dua minggu sebagian besar follower baru itu unfollow. Kenapa? Mereka mengikuti karena satu alasan — kesempatan menang — dan alasan itu sudah kedaluwarsa. Kamu sering kali malah punya engagement yang lebih rendah dari sebelumnya, karena para pemburu hadiah yang tersisa menyeret engagement rate kamu ke bawah.

Poin penting: Satu giveaway membeli lonjakan sementara dan gelombang unfollow. Sebuah jadwal giveaway membeli audiens yang bertahan karena selalu ada alasan berikutnya untuk tetap tinggal.

Kenapa konsistensi membalik perhitungannya

Ketika orang tahu kamu mengadakan giveaway setiap bulan, unfollow berarti melepaskan kesempatan menang di masa depan. Jadi mereka tetap tinggal — dan tetap engaged, menanti yang berikutnya. Setiap giveaway lalu dimulai dari audiens yang dibangun giveaway sebelumnya, bukan dari nol. Lonjakan yang dulu memudar kini bertumpuk. Itulah perbedaan antara kilatan sesaat dan kurva pertumbuhan.

Cara mengadakannya secara rutin

Konsistensi hanya berhasil kalau kamu mempertahankan follower

Jadwal membawa orang kembali, tapi kamu tetap perlu memberi mereka alasan untuk tetap engaged di antara giveaway — itulah separuh retensi dari persamaan ini, dan menjadi fokus Pelajaran 18.

Buat jadwal giveaway-mu tanpa repot

Easy Giveaway mengubah pemilihan pemenang menjadi tugas 30 detik, jadi mengadakan satu giveaway setiap bulan itu mudah — tanpa perlu login.

Unduh Easy Giveaway di App Store
★★★★★  4.9 · 18K+ ulasan App Store

Berikutnya, soal keadilan: cara memilih pemenang secara acak dan membuktikan bahwa itu sah.